Wednesday, February 22, 2012

GRUNGE NEVER DIE

Grunge (kadang-kadang disebut juga Seattle sound) adalah sebuah sub genre dari rock alternatif yang muncul pada pertengahan 1980-an di negara Amerika Washington, khususnya di wilayah Seattle. Terinspirasi oleh punk rock, heavy metal dan indie rock, grunge umumnya dikenali melalui suara distorsi gitar yang berat dan lirik melankonis atau apatistik.
 
Gerakan awal grunge mulai terlihat pada akhir tahun 1980-an di sekitar Seattle melalui label independen Sub Pop. Grunge menjadi sukses secara komersial pada paruh pertama tahun 1990-an, terutama karena dirilisnya Nevermind oleh Nirvana dan Ten oleh Pearl Jam. Keberhasilan band-band ini meningkatkan popularitas rock alternatif dan membuat grunge menjadi bentuk musik yang paling populer pada waktu itu. Namun, banyak band grunge tidak nyaman dengan popularitas. Meskipun banyak band grunge yang bubar atau menghilang dari pada akhir 1990-an, pengaruh mereka terus memiliki dampak bagi perkembangan musik rock modern selanjutnya.


Nu metal (disebut juga new metal / nü metal / neo metal) adalah genre musik yang mirip musik grunge dan alternative metal dengan musik funk, hip-hop, dan subgenre heavy metal. Nu metal lahir pada pertengahan 1990-an, diperkenalkan oleh band Limp Bizkit dan Korn, namun istilah nu metal akrab pada awal era 2000-an. Sekarang, band nu metal paling populer adalah Linkin Park. Musik nu metal yang menonjolkan banyak rap sering disebut rapcore. Tahun 90an banyak bermunculan band-band yang menggawangi istilah Nu Metal ini seperti POD, Static X, KoRn, dsb yang jelas bergenre Aggro Rock,genre Aggro Rock ini lah yang merupakan musik Nu Metal yang selama ini kita dengar atau kenal hingga sekarang,nah record label / media mengganti nama "Aggro Rock" dengan istilah New Metal atau Nu Metal untuk menarik pasar.awalnya label Nu Metal ini dicetus oleh seorang produser bernama Ross Robinson yang kerja sama korn & limpbizkit.

Post-grunge (post- = pasca-; sesudah) adalah sebuah genre musik yang muncul tidak lama setelah genre grunge menguasai pasar musik global. Merupakan sebuah turunan dari grunge, memiliki karakter khas grunge tapi dengan beberapa perbedaan yang mencolok diantaranya tema-tema lirik yang lebih cerah ketimbang grunge yang cenderung kelam, dan pemilihan warna suara-suara distorsi yang jauh lebih mudah dicerna untuk selera radio dan industri. Membuat band-band post-grunge seperti Foo Fighters, Creed, dan Nickelback diantaranya menikmati sukses besar secara komersil. 

Bermula pada awal tahun ‘90-an, rock alternatif yang sudah menggeliat dari tahun ‘80-an mulai mendapat tempat di hati pasar, membuat label-label besar tertarik dengan jenis musik ini. Selain britpop, grunge adalah salah satu genre dari rock alternatif yang populer kala itu. Dan grunge secara mengejutkan meledak cepat di pasaran global, menggeser takhta yang diduduki oleh hair-metal/glam-metal (lain dengan glam-rock) sebagai genre populer saat itu. Beberapa band punggawanya yaitu Nirvana, Alice in Chains, Pearl Jam, dan Soundgarden. Lantas memasuki pertengahan ‘90-an, meninggalnya Kurt Cobain serta beberapa permasalahan tur Pearl Jam menandai mulai turunnya tren grunge kala itu. Sedangkan label-label besar mendatangkan kontrak dengan band-band yang memiliki karakter hampir serupa dengan band-band grunge populer, sehingga bermunculanlah band-band yang berasal dari luar Seattle. Tercatat beberapa nama diantaranya Bush, Collective Soul, Candlebox, Live, Silverchair, dan tidak didominasi laki-laki saja, seorang seniman solois multi-platinum Alanis Morissette pun, berdiri tegak di dalam barisan yang baru ini.

Istilah post-grunge itu sendiri baru mulai kerap digunakan setelah meledaknya album perdana “Foo Fighters“ di pasaran. Digawangi oleh beberapa mantan anggota Nirvana, Foo Fighters menjadi titik tumpu pergerakan dan atas pertanyaan penting pada masa itu, “Adakah kehidupan setelah Nirvana?” dan telah terjawab mantap oleh mereka. Setelah itulah untuk pertama kalinya band-band di luar lingkaran Seattle seperti yang beberapa tadi disebutkan di atas mulai masuk ke dalam kategori post-grunge. Inilah angkatan pertama dari post-grunge.
Pemuncak catatan angkatan pertama ini adalah Frogstomp dari Silverchair, tercatat dalam sejarah sebagai multi-platinum hit, dan akhirnya membantu pengategorian post-grunge menjadi dua kelompok besar; yakni mereka yang muncul sebelum Frogstomp, dan mereka yang muncul setelahnya.

Pada akhir 90-an mulai bermunculan band post-grunge angkatan berikutnya dengan digawangi Creed dan Matchbox Twenty. Creed sendiri mencatat prestasi dengan meluncurkan Human Clay, melampaui Frogstomp dalam hal penjualan dan jam tayang, menjadikannya rekor penjualan terbesar setelah Nevermind milik Nirvana. Beberapa karakteristik dari post-grunge angkatan sebelumnya pun mulai sedikit ditinggalkan, bermain dengan pola-pola tempo sedang, tema-tema lagu yang cenderung konvensional, dan tidak jarang menyentuh ranah romantisme. Kontras berlawanan dengan apa yang biasa diangkat oleh band grunge aslinya, seperti adiksi, depresi, bunuh diri, kebohongan publik, dan lain sebagainya.


Memasuki awal 2000 band-band post-grunge ini mengalami penurunan, ditandai pula dengan bertumbuhnya kelompok-kelompok Boyband dan Hip-hop. Pada masa ini pula genre-genre pada rock alternatif sudah sedemikian tercampur satu dengan lainnya, termasuk band-band baru post-grunge yang banyak mengadopsi pop punk dan nu metal ke dalam musiknya, sehingga istilah “post-grunge” menjadi kurang tepat digunakan, alih-alih “modern-rock” atau “nu-rock” mulai menggantikan posisi tersebut. Tren ini terus berlangsung dan pada pertengahan 2000-an generasi-generasi baru post-grunge (walaupun jarang disebut demikian lagi), seperti Audioslave, Puddle of Mudd, dan Nickelback adalah beberapa diantaranya yang cukup berhasil menikmati sukses komersil mereka

Memasuki 2010-an beberapa band post-grunge yang muncul dan masih memegang teguh tradisi post-grunge diantaranya adalah Shinedown, dan Seether.

Sampai sekarang banyak para grunger yang menginginkan aliran musik grunge dapat  berjaya kembali seperti saat era Nirvana. Band Nirvana banyak diidolakan oleh para grunger karena Nirvana merupakan nenek moyangnya aliran musik grunge. Ada satu kata yang sangat berarti bagi Kurt Cobain sebelum ia meninggal, ia berkata "Lebih Baik Padam Dari Pada Punah". Kata-kata itu mempunyai makna yang dalam.



No comments:

Post a Comment