Semua orang akan memadati jalan-jalan yang ditutup untuk cfd, baik ada yg sepedahan, berlari maupun yang berolahraga bersama keluarga. Akan tetapi hari minggu itu terjadi situasi yang menurut saya kurang baik, karena disana terdapat ratusan orang yang sedang berjalan santai yang diadakan oleh salah satu eo(event organizer) tidak bisa mengatur para pesertanya, saya yang khususnya bersepeda bersama teman-teman saya agak kesulitan untuk bersepeda, karena seluruh jalan penuh dengan para pejalan kaki walaupun mereka tidak berjalan penuh sepanjang jalan jend. sudirman-thamrin. Tapi situasi itu tetap membuat para pesepeda menggambil jalur busway yang dimana jalaur tersebut harus bersih dari aktivitas,kecuali bus transjakarta. Kita harus dapat memahami lagi apa yang dimaksud dengan hari bebas kendaraan.
Semua niat mengadakan acara memang baik tapi alangkah lebih baiknya kalau dari pihak acara bisa mengatur para pesertanya dan dapat berbagi jalan dengan para pesepeda, karena kalau kita terus-terusan bersepeda di jalur busway pasti bisa terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Siapa yang akan bertanggung jawab? pasti kita akan saling menyalahkan dan tidak ada yang mau mengalah.
Hari bebas kendaraan memang harus juga beas dari kendaraan bermotor, tapi para aparat keamanan terkadang memasuki area bebas kendaraan dengan maksud apa saya tidak mengerti. Terkadang para pengendara kendaraan bermotor tersebut mendapatkan sorak-sorakan dari para pesepeda dan para pejalan kaki karena merasa terganggung dengan aktifitas mereka.
Sangat disayangkan kalau hari bebas kendaraan selalu terdapat hal-hal seperti itu. Semoga minggu-minggu kedepan tidak terjadi lagi, kita harus dapat saling menghargai satu sama lain, kita harus dapat meningkatkan rasa bertoleransi antar masyarakat.
No comments:
Post a Comment